Surabaya , Nakayoshi.id – Sebagai Manusia kita memiliki keegoisan karena hampir tak ada karakter yang murni berhati malaikat di dalamnya , begitu juga kita yang terkadang terbenturkan oleh ego dari orang-orang yang sibuk menyelamatkan diri mereka sendiri.
Sifat egois pada manusia merupakan mekanisme alami yang berakar dari kombinasi biologis, neurosains, dan psikologi perkembangan. Secara evolusioner, keegoisan adalah bentuk dorongan dasar untuk bertahan hidup (survival instinct). Ketika sumber daya seperti makanan, keamanan, atau perhatian terbatas, manusia secara otomatis memprioritaskan kebutuhan pribadinya agar dapat bertahan di tengah lingkungan yang kompetitif, sebagaimana dijelaskan oleh Silk & House (2021) dalam Trends in Cognitive Sciences.

Dari sudut pandang neurosains, otak manusia dilengkapi sistem penghargaan (reward system) yang memicu pelepasan dopamin saat berhasil mengamankan keuntungan pribadi. Riset dari Culbreth et al. (2021) dalam Nature Human Behaviour menunjukkan bahwa area otak seperti ventral striatum memproses pemenuhan kebutuhan diri sebagai respons yang lebih cepat dan impulsif dibandingkan pengolahan empati terhadap orang lain. Hal ini membuktikan bahwa dorongan mengutamakan diri sendiri secara biologis sudah terprogram lebih dulu di dalam saraf.
Sementara dari sisi psikologis, keegoisan berfungsi sebagai bentuk pertahanan emosional (defense mechanism). Menurut studi Gross & Rand (2022) dalam Journal of Personality and Social Psychology, saat seseorang berada dalam kondisi tertekan, cemas, atau mengalami ancaman eksistensial, kapasitas empati akan menurun drastis karena otak beralih ke mode perlindungan diri. Dengan demikian, keegoisan sejatinya bukan sekadar cacat moral, melainkan respons adaptif bawaan manusia untuk melindungi diri dan bertahan hidup.
Sama dengan rumitnya dinamika hubungan antar karakter pada serial animasi Bang Dream It’s MyGO!!!!! menyuguhkan cermin yang amat jernih tentang bagaimana keegoisan manusia itu bekerja dan membentuk luka.
1. Keegoisan

Soyo Nagasaki menjadi manifestasi paling nyata dari ego yang manipulatif. Di balik senyum manisnya, Soyo memanfaatkan anggota MyGO!!!!! semata-mata sebagai alat untuk membangkitkan kembali band lamanya, CRYCHIC. Dia tidak peduli pada perasaan Tomori, Anon, atau Taki fokusnya hanya pada kebutuhan emosionalnya sendiri untuk mempertahankan masa lalu. Kasus Soyo mengajarkan bahwa tindakan yang terlihat seperti kepedulian sering kali hanyalah obsesi pribadi untuk memuaskan rasa kehilangan.
2. Topeng Validasi

Di sisi lain, Anon Chihaya masuk ke dalam lingkaran musik bukan karena kecintaannya pada seni, melainkan demi mencari validasi sosial dan rasa gengsi setelah gagal beradaptasi di luar negeri. Anon mengejar sorotan agar tidak dianggap pecundang. Keegoisan Anon yang ingin tampil menonjol kerap memicu gesekan, membuktikan bahwa dorongan untuk sekadar diakui lingkungan sering kali membuat seseorang mengabaikan kedalaman hubungan yang sedang dibangun.
3. Pelarian Diri
Taki Shiina mengikatkan seluruh hidupnya pada Tomori sebagai bentuk perlindungan diri dari rasa cemas dan inferioritasnya terhadap sang kakak. Taki memaksakan perlindungannya secara sepihak dan menutup mata dari kebutuhan anggota lain. Sementara itu, Mutsumi Wakaba dan Sakiko Togawa memilih diam dan memutus komunikasi secara brutal saat konflik memuncak. Sikap pasif-agresif dan tindakan lari dari tanggung jawab komunikasi ini adalah bentuk keegoisan lain yang justru memicu kehancuran beruntun.
4. Keinginan Memiliki

Bahkan sosok Tomori Takamatsu yang terkesan tak berdaya menyimpan keegoisannya sendiri. Lewat puisi dan lirik lagunya, Tomori memaksakan keinginannya agar orang-orang di sekitarnya tidak pergi meninggalkan dirinya lagi. Keputusasaan Tomori untuk “menjadi manusia utuh” secara tidak sadar membebankan ekspresi emosional yang berat kepada rekan-rekannya yang juga sedang terluka.
5. Penerimaan Ego

Titik balik dari semuanya adalah terjadi bukan karena para karakternya mendadak menjadi orang suci yang saling memaafkan, melainkan saat mereka berhenti berpura-pura. Mereka menyadari bahwa mereka sama-sama cacat, egois, dan berengsek. Lirik lagu MyGO!!!!! lahir dari puing-puing hati kejujuran tomori tersebut bahwa manusia tidak harus sempurna untuk bisa berjalan bersama. Berdamai dengan keegoisan diri sendiri dan orang lain adalah satu-satunya cara untuk kita beranjak dewasa.
Serial ini memberikan pelajaran pahit namun membebaskan: manusia memang makhluk yang egois. Namun, daripada memalsukan kebaikan demi standar moral sosial, mengakui cacat dalam diri justru menjadi fondasi paling kokoh untuk membangun hubungan yang nyata.













